Do Not Look At Me, Look At Them....
Tuhan apa yang harus aku perbuat ? "tell me what should I do to my brother?", kekeringan yang melanda Sebuah negara, di mana saudara-saudara kami memerangi kelaparn, kehausan, panasnya matahari, dinginya udara malam yang tembus kejantung. Hidup apakah begini cerita dan jalanya hidup. Ada yang senang sedangkan ada yang lain sedang menderita, tak tahu harus bagaimana. mungkin dengan tulisan ini aku berharap dapat membantu mereka.
Ternyata masih banyak yang kelaparan disana, masih banyak yang butuhkan air disana, masih banyak yang kedinginan disana bahkan bayak yang mati tanpa adanya pertolongan disana. oooh somalia... oooh... afrika oooh haity. adilkah dunia ini padamu ? berharap kau tegar di sana...
Sanggupkah mata ini melihat penderitaan yang begitu memilukan menyakitkan, apa yang mereka rasakan, hanya sakit, sakit dan sakit.... melihat tangisan, jeritan rintihan dari mahluk mungil yang tidak berdosa. sanggupkah melihat seorang ibu meneteskan air mata untuk anaknya "I know the pain that you endure, pain that eats away at your heart. I know the pain you feel. I know the meaning of your tears". Sungguh pahit untuk menjalani sebuah kehidupan seperti itu. tapi kau teta sanggup tersenyum, tertawa dalam penderitaanmu merenggang nyawa.
Kapan dunia ini berubah, kapan tercipta dunia yg seimbang dan harmonis. Tidak ada kesakitan, kepedihan, tangisan, jeritan, rintihan kelaparan. "my prayers to my world, for my brother. I hope you are strong, the face of nature. one day we will realize our dream world where there are welfare"
Tuhan apa yang harus aku perbuat ? "tell me what should I do to my brother?", kekeringan yang melanda Sebuah negara, di mana saudara-saudara kami memerangi kelaparn, kehausan, panasnya matahari, dinginya udara malam yang tembus kejantung. Hidup apakah begini cerita dan jalanya hidup. Ada yang senang sedangkan ada yang lain sedang menderita, tak tahu harus bagaimana. mungkin dengan tulisan ini aku berharap dapat membantu mereka.
Ternyata masih banyak yang kelaparan disana, masih banyak yang butuhkan air disana, masih banyak yang kedinginan disana bahkan bayak yang mati tanpa adanya pertolongan disana. oooh somalia... oooh... afrika oooh haity. adilkah dunia ini padamu ? berharap kau tegar di sana...
walau sedikit makanan tersedia, namun kalian tetap berbagi untuk mempertahankan hidup satu sama lain. Haruskah hidup seperti ini...
Ibu tak pernah ada rasa lelah untukmu untuk ku. kau berjuang untuk kesejahteraan anakmu, berjuang apapun demi anakmu... walau tubuhmu kurus kering hanya kulit tipis yang membalut tulangmu. tak pernah ada rasa lelah untukmu untukku. ibu tak sanggup rasanya melihat hidup seperti ini. apabiala bisa aku rela memikul bebanmu yang berat itu.
Tak pernah aku berfikir terlahirkan seperti ini dalam kondisi ini, tapi aku dapat bertahan karena mu ibu, karena semangat mu. aku hargai perjuanganmu... terkadang aku tak pernah berfikir betapa susahnya dirimu, betapa sulitnya dirimu. namun kau tetap tersenyum di dalam penderitaanmu.
Jika tuhan mengijinkan aku, aku akan memilih tidur untuk selamanya dan memilih untuk tidak lahir di dunia ini dalam ke adaan seperti ini, tapi aku tahu maksud tuhan untuk melahirkanku. agar aku melihat betapa besar perjuangan seorang orang tua pada anaknya.
Tak ada rasa malu mengemis demi sesuap nasi, tak ada rasa risih untuk perut..
ketika maut datang untuk menjemputku mungkin aku tahu inilah takdirku, inilah hukum rimba sebenarnya.
Namun ibu tetap berjuang mempertahankan ku untuk hidup, karena seorang ibu menaruh harapan pada anaknya di masa depan. agar kelak dapat mengubah hidup yg begitu kejam. Ibu kau tetap menimangku walau kau sendiri lelah.
Haruskah seperti ini...
Mungkin ini tempat yang terbaik untukku, tempat yang selama ini aku mimpikan, tempat dimana tak ada lagi rasa sakit, dan tidak ada lagi seorang pun yang ku lihat bersedih karena penderitaanku.
Senyum ini untukmu ibu...
tanganmu membuatku tenang, tetaplah kau pegangiku. dan aku berusaha menjagamu...
Sanggupkah mata ini melihat penderitaan yang begitu memilukan menyakitkan, apa yang mereka rasakan, hanya sakit, sakit dan sakit.... melihat tangisan, jeritan rintihan dari mahluk mungil yang tidak berdosa. sanggupkah melihat seorang ibu meneteskan air mata untuk anaknya "I know the pain that you endure, pain that eats away at your heart. I know the pain you feel. I know the meaning of your tears". Sungguh pahit untuk menjalani sebuah kehidupan seperti itu. tapi kau teta sanggup tersenyum, tertawa dalam penderitaanmu merenggang nyawa.
Kapan dunia ini berubah, kapan tercipta dunia yg seimbang dan harmonis. Tidak ada kesakitan, kepedihan, tangisan, jeritan, rintihan kelaparan. "my prayers to my world, for my brother. I hope you are strong, the face of nature. one day we will realize our dream world where there are welfare"













Tidak ada komentar:
Posting Komentar